Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Rapat Koordidnasi (Rakor) pemasaran pariwisata mancanegara dalam upaya pencapaian target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun ini dan program pemasaran 2018.

Acara yang dibuka oleh Deputi BP3M Kemenpar I Gde Pitana ini berlangsung di Trans Luxury Hotel Bandung, Jawa Barat, Jum’at (25/8/2017) yang diikuti oleh seluruh dinas pariwisata provinsi, kementerian/lembaga terkait, dan VITo dari beberapa negara.

Dalam kesempatan tersebut, I Gde Pitana mengatakan, sebagaimana tahun 2017 program pemasaran pariwisata mancanegara tahun 2018 akan lebih fokus pada kegiatan hard selling terutama pada pasar-pasar utama sebagai sumber wisman.

“Setelah dua tahun terakhir ini kami fokus membangun branding Wonderful Indonesia, pada tahun ini lebih fokus pada kegiatan hard selling serta kerjasama dengan airlines maupun wholesalers dan program ini akan kita lanjutkan pada 2018,” kata I Gde Pitana.

Program pemasaran pariwisata mancanegara pada tahun ini, untuk membidik pasar di kawasan Asia Pasifik (Tiongkok, Australia, Jepang, Korea, India dan pasar lainnya), misalnya, lebih banyak melakukan kegiatan hardselling berupa pameran dan misi penjualan (sales mission).

Pada Januari-Desember 2017 disiapkan 54 kegiatan hardselling berupa 30 kegiatan pameran dan misi 24 misi penjualan, sedangkan untuk promosi yakni dengan mengikuti festival sebanyak 30 kegiatan dan fam trip sebanyak 51 kegiatan.

Pola serupa juga diterapkan untuk kegiatan di pasar Eropa, Timteng, Amerika, dan Afrika. Untuk menggarap pasar Eropa, Timteng, Amerika, dan Afrika, akan mengikuti sebanyak 9 kegiatan pameran (B to B dan B to C) yang masing-masing berlangsung pada Juli (1 pameran), Agustus (1 pameran); September (1 pameran); Oktober (2 pameran), dan November (4 pameran). Di antara kegiatan pameran internasional tersebut sebagai pameran terbesar adalah WTM London dan World Halal Tourism Summit.

Pitana juga menyebutkan, partisipasi dan sinergisitas pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata dan stakeholder pariwisata lainnya dalam mendukung program pemasaran pariwisata mancanegara pada tahun 2018 diharapkan akan semakin meningkat.

“Banyak kegiatan dimana kami bersinergi dengan Pemerintah Daerah, seperti dengan Pemerintah Aceh lewat Disbudpar Aceh di MATTA Fair dan ITB Berlin, Pemprov D.I Yogyakarta di Vietnam Travel Mart, dan lain sebagainya. Kami berharap partisipasi dan sinergi ini semakin menguat di 2018, antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, (Pemda), dengan asosiasi, maupun unsur pentahelix lainnya antara lain media, akademisi, dan komunitas,” sebut Pitana.

Rakor yang mengangkat tema “Siap Kerja Bersama, Meraih 20 juta Wisman di Tahun 2019” tersebut juga menampuk Kadisbudpar Aceh Reza Fahlevi sebagai salah satu pembicara yang ikut memaparkan mengenai inovasi yang dilakukan Disbudpar Aceh dalam pemasaran pariwisata yang mengandalkan branding, volunteer, dan selling.

“Dari berbagai inovasi, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dalam hal promosi pemasaran tidak pernah melupakan terkait branding baik dalam dan luar negeri, serta keterlibatan relawan pariwisata dari unsur komunitas, pegiat media sosial, blogger dan lainnya serta proses selling yang kita lakukan diberbagai even industri pariwisata,” sebut Reza.

Semua itu, kata Reza kita harapkan memiliki tujuan yang sama, yakni untuk mensinergikan program pemasaran mancanegara antara pusat dan daerah demi mencapai target kunjungan wisman sebanyak 15 juta di tahun 2017 ini.

- disbudpar.acehprov.go.id -