Tempat Wisata di Banda Aceh

Tempat Wisata di Banda Aceh – Banda Aceh adalah ibukota Provinsi Aceh yang menjadi segala pusat pemerintahan yang ada di bumi Aceh. Dan jika kita lihat historinya dulu Kota Banda Aceh juga sebagai ibukota Kesultanan Aceh Darussalam. Dan termasuk salah satu Kerajaan Islam terbesar yangada di dunia. Jadi tak heran lagi jika kamu berkunjung di Aceh maka banyak segala obyek wisata yang sangat kental dengan sejarah. Selain itu bencana tsunami tahun 2004 juga meninggalkan tempat-tempat yang juga layak kamu kunjungi, seperti museum tsunami.

Pantai Ulee Lheue

Tempat wisata di Aceh ini benar-benar menyuguhkan keindahan alami ketika mulai senja. Pantai Ulee Lhue yang jaraknya tidak jauh dari Kota Banda Aceh. Cukup banyak wara lokal yang menghabiskan waktu senja di pinggiran pantai ini, sambil menikmati makanan yang tersaji di sepanjang pantai. Dan ketika matahari sudah mulai tenggelam keindahan semburat sinarnya benar-benar memberikan Susana senja yang istimewa.

Pantai Alue Naga

Kamu harus berkendara sedikit lebih jauh dibanding dengan ke obyek wisata Pantai Ulee Lheue. Jaraknya 10 km dari pusat kota Banda Aceh dan bisa kamu tempuh dengan berkendara. Di pantai ini kamu bisa bermain pasir yang memang cukup lebar dari bibir pantai. Akan lebih indah panoramanya ketika kamu datang sore hari sembari menunggu indahnya sinar matahari tenggelam.

Masjid Raya Baiturrahman

Siapa orang Muslim yang tidak mengenak salah satu Masjid terindah di Indonesia ini? Yup, inilah Masjid Baiturrahman yang sudah menjadi ikon Kota Banda Aceh bahkan Provinsi Aceh itu sendiri. Masjid ini sudah berdiri sejak jaman Sulthan Iskandar Muda, pada tahun 1612. Ketika kamu mengunjungi Banda Aceh sempatkan untuk melihat arsitektur Masjid yang memiliki nilai-nilai sejarah kebudayaan wara Aceh.

Masjid Agung Al Makmur

Masjid ini direnovasi besar-besaran oleh pemetintahan Oman, jadi tidak heran jika arsitekturnya perpaduan antara Timur Tengah dengan budaya Aceh. Dulunya Masjid ini hancur karena terjangan tsunami tahun 2004, tapi sekarang menjadi Masjid yang megah kedua di Aceh. Letak Masjid Agung Al Makmur ada di Lampriet yang tidak jauh dari pusat Kota Banda Aceh.

Pesawat Dakota RI-001 Seulawah

Pesawat pertama yang dibeli oleh pemerintah Indonesia ini atas sumbangan dari rakyat Aceh. Dan dibuatnya replica yang dipasang berdekatan dengan monumen peringatan tsunamai ini menjadi bukti kecintaan rakyat Aceh terhadap bumi pertiwi Indonesia. Meskipun hanya replica yang di pasang akan tetapi ini merupakan symbol bersatunya rakyat Aceh untuk membela negeri ini kala itu.

Tugu Waktu Tsunami

Lokasi tugu ini berada tidak jauh dari lokasi wisata PLTD Apung. Dibangunnya tugu dengan arsitektur cukup ini untuk memperingati hari terjadi bencana tsunami di bumi Aceh. Di bagian badan tugu ada beberapa nama koran yang meninggal akibat terjangan tsunami.

PLTD Apung

Kapala Pembangkit Listrik Tenaga Diesel ini menjadi tempat wisata untuk mengenang korban bencana tsunami. Yang letaknya cukup dekat dengan Tugu Waktu Tsunami. Kapal apung ini terseret oleh gelombang tsunami sejauh 5 km. cukup banyak wisatawan lokal maupun asing yang berdatangan di lokasi wisata kapal apung ini. Dan salah satunya adalah untuk melihat dari dekat bukti kedahsyatan gelombang tsunami yang ad bumi Aceh.

Monumen Aceh Thanks to The World

Monumen ini dibangun sebaga rasa ucapa terimakasih rakyat Aceh terhadap semua elemen yang membantu tsunami ketika itu. Di monumen ini ada sekitar 53 plakat ucapan terimakasih teradap 53 negara yang telah membantu baik untuk bantuan materiil ataupun imateriil. Dan di plakat tersebut tertulis rasa terimakasih dengan bahasa Negara yang bersangkutan.

Museum Tsunami

Museum ini memiliki arsitektur yang sangat istimewa, dan bangunan ini dirancang oleh Ridwan Kamil, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Bandung. Tidak hanya sekedar arsitektur bangunan saja, akan tetapi ketika pengunjung memasuki museum ini akan merasakan mengerikannya situasi ketika tsunami menerjang. Dan museum ini memang dibangun untuk mengenang bencana tsunami pada tahun 2004 silam.

Kapal Apung Lampulo

Tempat wisata di Aceh khususnya di Kota Banda Aceh memang cukup banyak obyek wisata yang mengingatkan tentang bencana tsunami. Misalnya seperti tempat wisata Kapal APung Lampulo yang berada di Kecamatan Kuta Ala mini memang sangat unik. Jadi ketika bencana tsunami itu terjadi kapal ini menjadi kapal penyelamat 59 orang ketika itu. Dan kapal itu menyangkut di atap rumah, yang akhirnya kini dijadikan sebagai obyek wisata untuk memperingati kejadian ketika itu.

Museum Negeri Aceh

Museum ini memiliki arsitektur bangunan yang sangat kental sekali dengan kebudayaan Aceh. Dan cukup banyak sekali barang-barang peninggalan yang memiliki nilai sejarah cukup penting bagi bumi Aceh berada di sana. Mulai dari benda-benda seperti arkeologi, kesenian, sejarah, geologi, dan lain-lain juga berada di dalam museum tersebut. Dan benda yang paling terkenal yang ada di museum ini adalah sebuah lonceng yang usianya lebih dari 1400 tahun.

Taman Ghairah

Obyek wisata yang memiliki nilai sejarah yang cukup panjang ini wajib kamu kunjungi ketika berada di Kota Banda Aceh. Taman Ghairah ini dibangun ketika Sulthan Iskandar Muda jatuh cinta terhadap Putri Kamaliah yang berasal dari Negeri Pahang, Malaysia. Dan taman ini dibangun sebagai bukti cintanya beliau terhadap Putri Kamaliah.

Peucut Kerkhof

Sebenarnya tempat wisa di Aceh ini adalah komplek pemakaman tentara Belanda yang tewas ketka perang melawan rakyat Aceh. Ada sekitar 2000 lebih tentara Belanda di makamkan di pemakaman ini. Dan banyak turis asing dari mancanegara yang berdatangan di obyek wisata ini khususnya wisatawan dari Belanda. Yang menjadi unik adalah gerbang masuk ke areal pemakanan dengan arsitektur yang sangat khas Eropa.

Kampung Turki di Bitai

Ada keunikan tersendiri yang dimiliki oleh desa Bitai di Kecamatan Jaya Baru ini, yakni pemukiman penduduk yang asalnya dari Turki. Cukup panjang sejarahnya kenapa banyak orang Turki yang tinggal di desa Bitai. Salah satunya adalah banyaknya ulama yang dikirimkan oleh Kekhilafahan Utsmani ke bumi Aceh. Dan salah satu obyek wisata di desa ini adalah makam para ulama Turki yang memang memiliki desain makam yang sangat berbeda dibanding dengan makam masyarakat lokal.

Kuburan Massal Siron

Di kuburan ini ada sebanyak 46.716 jiwa yang dikubur secara massal. Yang biasanya setahun sekali selalu diadakan upacara untuk mengenang peristiwa benca tsunami di Aceh. Dan banyak sekali para peziarah yang datang ketika musim liburan yang hanya untuk mengenang para sanak sodara yang ikut meninggal ketika bencana tsunami.

Taman Ratu Safiatuddin

Tempat wisata di Aceh khususnya di Kota Banda Aceh ini cukup unik. Karena di dalam komplek taman berdiri berbagai macam rumah adat etnis yang ada di bumi Aceh. Dan hampir setiap tahunnya selalu ada berbagai macam acara budaya yang selalu digelar di dalam komplek Taman Ratu Safiatuddin.

Makam Sultan Iskandar Muda

Ada beberapa peraturan yang harus kamu taati ketika mengunjungi Makam Sultan Iskandar Muda. Dan yang paling utama adalah harus berpakaian yang sangat sopan. Makam ini tergolong sangat megah dengan adanya kaligrafi yang ada di sisi sekeliling makam. Banyak wisatawan di sini tidak hanya sekedar berwisata saja akan tetapi berziarah dan mengirimkan doa untuk Sultan Iskandar Muda.

error: Content is protected !!