Aceh merupakan pintu gerbang masuknya Islam ke Indonesia. Di Aceh terdapat dua kerajaan Islam yang cukup terkenal dalam proses penyebaran ajaran agama Islam ke seluruh Nusantara. Dua kerajaan Islam tersebut adalah Kerajaan Samudera Pasai dan Kerajaan Peureulak. Kerajaan Peureulak berdiri pada tahun 225 Hijriah(840 M), dengan raja pertamanya Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah.

Kerajaan Islam Samudera Pasai baru berdiri pada pertengahan abad ke XIII. Dan sebagai pendiri kerajaan ini adalah Sultan Malik As Salih yang meninggal pada tahun 1297. Selain itu di Aceh terdapat kerajaan Islam yang lain yaitu Kerajaan Aceh Darusalam. Pada abad ke-16 Aceh merupakan kawasan perdagangan paling ramai di wilayah sekitar Selat Malaka. Satu-satunya saingan Aceh dalam hal perdagangan adalah Malaka yang berada di semenanjung Malaysia.

Kerajaan Aceh dibawah pimpinan Sultan Ibrahim berupaya melakukan ekspansi ke wilayah sekitarnya untuk memperluas wilayah perdagangannya. Bahkan sempat mengepung Malaka pada September 1537 dibawah pimpinan Alaudin, pengganti Ibrahim, tetapi serangan ini mengalami kegagalan.

Kegagalan di Malaka ini tidak menghalangi Aceh untuk meneruskan politik ekspansinya, dan untuk dapat menguasai perdagangan di wilayah sekitar Selat Malaka maka Kerajaan Aceh merasa perlu untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan Melayu dan mengusir Portugis dari Malaka. Langkah pertama adalah memerangi dan menaklukkan Kerajaan Aru dengan mengerahkan seratus kapal dan dua belas ribu orang pasukan, Kerajaan Aru berhasil ditaklukkan. Namun langkah ekspansi Aceh berhenti ketika Kesultanan Johor mengirimkan sepuluh ribu orang pasukannya ke Aru dan berhasil mengalahkan pasukan Aceh.

Dengan kekalahan ini maka keinginan Aceh untuk mendominasi wilayah Selat Malaka bagian selatan belum dapat terwujud dan kedudukan Portugis untuk sementara waktu luput dari bahaya ancaman dari sebelah utara. Sultan Iskandar Muda (1607 – 1636) melanjutkan politik raja-raja Aceh sebelumnya. Iskandar Muda mengembangkan kehidupan beragama Islam di Aceh antara lain dengan membangun banyak masjid serta melakukan perang jihad terhadap kaum kafir.

Dalam catatan sejarah, Iskandar Muda adalah salah satu raja yang paling keras menegakkan ajaran Islam antara lain memberantas minuman keras dan main judi, menjalankan peraturan agama dan bersama-sama rakyat selalu menyempatkan bershalat Jum’at di Masjid.

 

sumber: http://pesonawisataindonesia.com/pesona-wisata-nanggroe-aceh-darussalam/